Laporan Pratikum Biologi

Laporan Pratikum Biologi

" SISTEM RESPIRASI PADA SERANGGA "

O
L
E
H

Kelompok I

Chici Diana WG
Fadillah
Fadillah Eka Chairat
Rahmi Wulan Sari
Srinova Zuliana






XI IPA 5







Sekolah Menengah Atas Negeri 3
Padang
Tahun ajar 2010





1. Tujuan Pratikum
Menghitung penggunaan oksigen untuk respirasi belalang atau serangga lainnya

2. Teori Dasar
Semua serangga adalah organisme aerobik mereka harus mendapatkan oksigen (O 2) dari lingkungan mereka untuk bertahan hidup. Mereka menggunakan reaksi metabolik yang sama seperti binatang lain (glikolisis, Kreb's siklus, dan sistem transportasi elektron) untuk mengubah zat gizi (misalnya gula) ke dalam energi ikatan kimia ATP. Selama langkah terakhir dari proses ini, atom oksigen bereaksi dengan ion hidrogen untuk menghasilkan air, melepaskan energi yang ditangkap dalam sebuah ikatan fosfat ATP.
Sistem pernapasan bertanggung jawab untuk memberikan cukup oksigen ke semua sel tubuh dan untuk menghilangkan karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan sebagai produk limbah respirasi selular. Sistem pernapasan serangga (dan banyak lainnya arthropoda) adalah terpisah dari sistem peredaran darah Ini adalah jaringan kompleks tabung (disebut sistem trakea) yang memberikan udara yang mengandung oksigen ke setiap sel tubuh.
Serangga kecil hampir secara eksklusif pada difusi pasif dan aktivitas fisik untuk pergerakan gas dalam sistem trakea. Namun, serangga yang lebih besar mungkin memerlukan ventilasi aktif dari sistem trakea (terutama ketika aktif atau di bawah tekanan panas). Mereka melakukannya dengan membuka dan menutup beberapa spiracles serangga lain saat menggunakan otot perut untuk bergantian memperluas dan tubuh kontrak volume. Meskipun gerakan-gerakan berdenyut ini menyiram udara dari satu ujung tubuh yang lain melalui trakea longitudinal batang, difusi masih penting untuk mendistribusikan oksigen ke sel-sel individual melalui jaringan yang lebih kecil tabung trakea.

reaksi kimia yang terjadi dalam respirasi dapat dituliskan sebagai berikut:
C6H12O6 + 6O2 → 6 CO2 + 6H2O + ATP

Laju konsumsi oksigen dapat ditentukan dengan berbagai cara, antara lain dengan menggunakan mikrorespirometer, metode Winkler, maupun respirometer Scholander atau respirometer sederhana.
Penggunaan masing-masing cara didasarkan pada jenis hewan yang akan diukur laju konsumsi oksigennya.
Mikrorespirometer dipakai untuk mengukur konsumsi oksigen hewan yang berukuran kecil seperti serangga atau laba-laba. Alat ini terdiri atas syringe, kran 3 arah, tabung spesimen, dan tabung kapiler berskala.
Metode Winkler merupakan suatu cara untuk menentukan banyaknya oksigen yang terlarut di dalam air (Anonim, wikipedia.org). Dalam metode ini, kadar Oksigen dalam air ditentukan dengan cara titrasi. Titrasi merupakan penambahan suatu larutan yang telah diketahui konsentrasinya (larutan standar) ke dalam larutan lain yang tidak diketahui konsentrasinya secara bertahap sampai terjadi kesetimbangan (Chang, 1996).
Dengan metode Wingkler, kita dapat mengetahui banyaknya oksigen yang dikonsumsi oleh hewan air seperti ikan.
Respirometer scholander/ sederhana terdiri atas syringe, manometer, tabung spesimen, Saluran masuk Saluran keluar, dan tabung kontrol.

Gambar I Respirometer Sederhana














3. Metode dan Tata Kerja

Alat bahan :
• Respidometer sederhana
• Timbangan
• Pipet
• Kristal NaOH/KOH
• Belalang atau serangga lain dengan ukuran yang berbeda
• Vaselin, kapas, aosin
• Stopwatch/jam
• Alat tulis

Cara kerja :

1. Bungkuslah kristal NaOH/KOH dengan kapas, lalu masukkan dalam tabung respirometer
2. Masukan belalang atau serangg lain yang telah ditimbang beratnya kedalam botol respirometer, kemudian tutup dengan pipa berskala
3. Oleskan vaselin/plastisin pada celah penutup respirometer
4. Tutuplah pipa berskala dengan jari lebih kurang 1 menit, kemudian lepaskan dan masukkan eosin dengan menggunakan pipet/syring
5. Amati dan catat perubahan kedudukan eosin pada pipa berskala setiap 1 menit selama 6 menit
6. Lakukan percobaan yang sama menggunakan serangga lain atau belalang dengan ukuran yang berbeda

4. Hasil Pengamatan dan Pengolahan Data

Tabel Pengamatan

No Jenis Serangga Berat tubuh Hewan Skala Kedudukan Eosin
I II III IV V VI
1 Belalang 6,3 gr 0,58 0,65 0,77 0,82 0,9 1
2 Kecoa 4,4 gr 0,4 0,48 0,57 0,62 0,7 0,8

Jumlah perubahan skala pada belalang : 4,72
Rata-rata : 0,79

Jumlah perubahan skala pada belalang : 3,57
Rata-rata : 0,59

Kalibrasi: 0,5 ml -15,5 skala maka 1 skala = 0,5/15,5 = 0,0322 ml

V rata-rata Belalang= 0,79 skala x 0,0322 ml = 0,0255 ml

Jadi, laju konsumsi O2 belalang = 0,0255 mL/ 6,3 gr / (6/60) jam = 0,040 mL/gram/jam


V rata-rata kecoa= 0,59 skala x 0,0322 ml = 0,0189 ml

Jadi, laju konsumsi O2 belalang = 0,0189 mL/ 4,4gr / (6/60) jam = 0,043 mL/gram/jam

5. Pertanyaan :

1. Apakah yang menyebabkan terjadinya pergeseran eosin dalam percobaan ini?
2. Buatlah grafik hubungan antara berat belalang dengan penggunaan oksigen/menit!
3. Dari grafik yang diperoleh pada no.2 jelaskan hubungan antara variasi berat dengan penggunaan oksigen, mengapa demikian?
4. Apa fungsi KOH dalam percobaan ini?
5. Apa fungsi oksigen dalam proses respirasi makhluk hidup? Tuliskan persamaan reaksinya!


6. Jawaban:
1. karena serangga berusaha menghirup oksigen (O2) dari luar melalui tabung kapiler berskala, sehingga setiap serangga memperoleh oksigen dan eosin akan bergerak.
2.

3. Hubungan antara berat dengan penggunaan oksigen berbanding terbalik. Karena setiap makhluk hidup membutuhkan O2 (Oksigen) dalam jumlah yang besar. Melebihi dari Berat tubuh.
4. mengikat CO2, sehingga pergerakan dari eosin benar-benar hanya disebabkan oleh konsumsi oksigen
5. C6H12O6 + 6O2 → 6 CO2 + 6H2O + ATP (38 ATP)


6. Pembahasan
Dalam percobaan ini, kita menggunakan KOH. Fungsi dari KOH adalah untuk mengikat CO2, sehingga pergerakan dari larutan eosin benar-benar hanya disebabkan oleh konsumsi oksigen. Adapun reaksi yang terjadi antara KOH dengan CO2 adalah sebagai berikut:
KOH + CO2 → K2CO3 + H2O
7. Kesimpulan
- V rata-rata Belalang= 0,79 skala x 0,0322 ml = 0,0255 ml

Jadi, laju konsumsi O2 belalang = 0,0255 mL/ 6,3 gr / (6/60) jam = 0,040 mL/gram/jam

- V rata-rata kecoa= 0,59 skala x 0,0322 ml = 0,0189 ml

Jadi, laju konsumsi O2 belalang = 0,0189 mL/ 4,4gr / (6/60) jam = 0,043 mL/gram/jam

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

4 komentar:

Gadis Malang mengatakan...

mbak..... ndak lai tuh...!

tugas wak ba bao22 ka blog!

nurhidayanto09 mengatakan...

makasih ya! postingan Anda membantu

vacIinva mengatakan...

baguusssssss

Mutiara Rosa mengatakan...

thx ya.. postingann anda mmbantu..

Poskan Komentar

it's me

vava and friends

vava and friends

vava and friends